Ini dia 18 televisi digital Indonesia Tahun 2015

TV digital
Home page TV Digital Indonesia
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta melaui Kopmisionernya  Ubaidilah menyatakan bahwa tahun 2015 akan mengudara 18 lembaga penyiaran swasta (LPS) dengan siaran televisi digitalnya.

18 lembaga penyiaran swasta (LPS) tersebut yakni: SportOne, BNTV, Detik TV, Magna TV, City TV, JPTV Jakarta, Smile TV, RIM TV, Nusantara TV,  TVMU, TV Betawi, Republika TV, KTI, News TV, Gramedia TV, Warna TV, BBS TV, dan Tempo TV.

Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID DKI Jakarta mengatakan bahwa siaran itu masih dalam tahap uji coba, namun telah mengantongi Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Prinsip yang berlaku satu tahun.

Saat ini masih banyak yang harus dibenahi dari dunia pertelevisian. Contoh yang menonjol pada 2014 adalah ramainya kampanye dan perang opini di televisi pada masa pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden. Kampanye di media televisi ini kemudian mengerucut pada polarisasi keberpihakan media sehingga terjadi pertarungan di udara.

Terkait hal itu, KPID Jakarta telah mengingatkan stasiun televisi untuk mengutamakan netralitas dan independensi. Selain itu, KPID Jakarta juga menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat tentang hak-hak masyarakat terhadap penyiaran dan kondisi penyiaran yang akan memasuki era digital.


Televisi digital di Indonesia

Siaran TV Digital adalah siaran TV dengan sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital (digital broadcasting). Hampir semua stasiun TV penyiaran baik TVRI maupun TV swasta nasional telah memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, melakukan penyuntingan, perekaman dan penyimpanan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data telah menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakan pemancar. Sistem transmisi digital melalui pemancar ini menggunakan standar yang disebut DVB-T (Digital Video Broadcasting Terestrial).