Kereta Api Malabar terguling di Tasikmalaya, tiga orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 35 luka ringan

Kereta Api Malabar
Kereta Api Malabar
Pada hari Jumat sekitar pukul 19.00 WIB, kereta Api Malabar Jurusan Bandung - Solo Balapan terguling di jalur rel Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten berbatasan dengan Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

KA Malabar dengan nomor lokomotif 086 yang anjlok di KM 224+0/1 di kawasan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya adalah akibat longsor.

KA Malabar mengalami anjlok di antara Stasiun Cirahayu dan Stasiun Kabupaten Ciawi Tasikmalaya. KA tujuan Malang tersebut mengangkut 367 penumpang dan 13 kru. Penyebabnya adalah tanah penyangga rel sepanjang 25 meter longsor dengan kedalaman 10 meter.

KA Malabar yang anjlok terdiri dari satu unit lokomotif dan empat kereta serta satu kereta makan. Penyebabnya karena ada longsor di jalur tersebut.

KA Malabar yang mengalami anjlok pada pukul 18.06 WIB tersebut sedang dalam perjalanan dari Bandung ke Malang. KA dengan rute terpanjang di Daop II Bandung itu berangkat dari Stasiun Bandung pukul 15.30 WIB..

Lokasi anjloknya Kereta Api Malabar jurusan Bandung--Malang di Kilometer 224+0/1 di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, adalah di jalur tikungan. Saat kejadian di jalur tersebut diguyur hujan cukup lebat, sehingga mempengaruhi jarak pandang.

Dilaporkan dari sembilan gerbong rangkaian kereta yang ditarik lokomotif Nomor 086 itu, tiga gerbong anjlok, yakni dua gerbong eksekutif, dan satu gerbong makan. Sedangkan gerbong kelas bisnis tidak anjlok.

Lokasi kecelakaan di kawasan kebun yang jauh dari permukiman penduduk. Di dekat lokasi tersebut terdapat tebing, sehingga menyulitkan evakuasi korban.

Akibat kejadian itu, jalur selatan terputus, karena anjloknya kereta api tersebut berada di jalur tunggal.

KA Pasundan Surabaya-Bandung yang sedang dalam perjalanan menuju Kota Bandung terpaksa tertahan di Stasiun Tasikmalaya, dan balik arah kembali ke Banjar-Kroya, kemudian melalui jalur utara Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung.

KA Lodaya pagi yang sedang menuju Bandung juga terhenti di Sidareja, dan harus balik arah menggunakan jalur utara untuk menuju Bandung.

Hal yang sama juga dialami KA yang jadwal pemberangkatannya setelah KA Malabar, seperti KA Mutiara Selatan, KA Turangga (Bandung-Surabaya), KA Kahuripan (Bandung-Madiun), dan KA Kutojaya Selatan (Bandung-Kutoarjo), serta KA Lodaya malam Bandung-Solo juga dialihkan menggunakan jalur utara. Akibat pengalihan jalur tersebut, waktu tempuh setiap jurusan bertambah tiga hingga empat jam.

Evakuasi korban kecelakaan KA Malabar di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya tuntas pukul 23.30 WIB, satu penumpang terakhir yang dievakuasi masih hidup sehingga korban dalam kecelakaan itu tiga orang meninggal dunia dan dua luka berat.

Korban yang tewas dalam kecelakaan itu terdiri dari dua laki-laki dan seorang perempuan. Sedangkan yang luka-luka seorang perempuan dan seorang laki-laki, termasuk korban terakhir yang dievakuasi.

Korban yang luka-luka berat mengalami patah tulang. Korban yang meninggal dunia itu di kereta eksekutif. Korban semuanya dalam satu kereta yang sama.

Dua orang penumpang KA Malabar jurusan Bandung-Malang dirujuk ke RSU Santosa Bandung, Sabtu (5/4/2014) pagi ini. Sedangkan 3 orang meninggal masih berada di kamar mayat RSUD dr Soekarjo, Kota Tasikmalaya.

Berikut data ketiga korban yang diketahui terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki. Berikut nama-nama korban:
  1. Ibu Ayudiyah Kusumahningrum (27) asal Lawang, Malang namanya diketahui dari seragam petugas restorasi.
  2. Sri Hartanto (60) asal Jl Mujair 7 No 2 Kec Ngadlik, Sleman, Jogja diketahui merupakan seorang pensiunan PTKAI
  3. Kharis Budi Cahyono asal Jambon Ponorogo dengan nomor KTP 350220170490002
Selain 3 orang tewas, 35 orang mengalami luka ringan, 2 orang alami luka berat, dan sisanya sudah dievakuasi dengan selamat.

Penumpang yang selamat telah melanjutkan perjalanan kembali dengan KA lain atau transportasi yang diatur PTKA. (sumber: Antaranews.com, Detik.com)