Kakek Penjaja Buku ini Ternyata miliki Ilmu Yang Luas

Kakek Penjaja Buku ini Ternyata miliki Ilmu Yang Luas
www.facebook.com
Pagi tadi Admin sempat membuka halaman Facebook. Seperti biasa melihat-lihat update status orang atau hanya sekedar liat tranding topik apa hari ini.

Perhatian tertuju pada posting seseorang yang bernama Khairina Sabila Adriani. Sebenarnya ia posting sudah lama yakni 9 September pukul 18:18.

Dalam postingnya ia menampilkan foto seorang kakek yang menjajakan buku Tuntunan shalat. Meski hanya penjual buku keliling namun kakek tua ini serba tau. berikut ini kutipan dari tulisan Khairina Sabila Adriani.
DON'T JUDGE A BOOK BY ITS COVER
Hari ini adalah Rabu 9 September 2015. Aku dan adikku sedang keluar dari salah satu toko di buah batu, Bandung. Memang beliau cuma menawarkan buku kecil tuntunan Solat, awalnya aku ga mau beli karena sudah punya, tapi jujur saja karena iba karena usia beliau yg terbilang sudah sepuh, akhirnya aku bertanya "berapa pak?" "Ten thousand rupiah". Aku kagum dia bisa bahasa Inggris. Lalu dia bertanya "sekolah apa?" "Manajemen" "ohh kalo manajemen itu prosesnya harus melalui tahap Planning, Organizing, Leading & Controling" wah itu kan yang baru aku pelajarin pas masuk kuliah. Lalu dia bertanya ke adikku "sama kuliah juga?" "Iya perencanaan kota" "oh itu kan namanya Planologi. *berbicara panjang lebar ttg tata kota di Bandung*" biasanya orang awam tidak tahu apa itu Planologi. Semakin kagum & penasaran akhirnya aku tanya "bapak kok tau belajar dimana?" "Oh saya suka membaca. Baca buku apa saja. Saya otodidak" beliau juga ternyata tahu tentang Psikologi, menjelaskan ttg alam bawah sadar, Sigmund Freud berasal dari mana, dll yang teori spesifiknya aku pun sudah agak lupa. Lalu ku tanya "bapak tinggal dimana?" "Saya di Pasteur, BY FOOT" really jalan kaki!?, aku saja tiap hari naik mobil ke daerah sana sering ngeluh karena jauh, dan beliau jalan kaki :"( rasanya mau mewek saat itu juga... Beliau sangat menguasai bhs inggris, ilmu2 perkuliahan, sungguh dia sangat layak untuk mendapatkan hal yg lebih baik. Aku malu jadi mahasiswa yg ga belajar sungguh2... Setelah mengobrol panjang lebar sekitar 10 menit, akhirnya kita berpamitan untuk pulang & berfoto, jadi masih mengingat muka satu sama lain. Semoga bapak & keluarga dalam lindungan Allah SWT. Terima kasih atas ilmu yg diberikan Pak Sutan yg sudah saya anggap sbg dosen sendiri, dan menyadarkan kami tentang indahnya berbagi, semoga bertemu di lain kesempatan ya pak.